Jurnal Perkuliahan Pengetahuan Lingkungan Pekan 12

Energi terbarukan (Renewable Energy) merupakan sumber daya energi yang dapat diperbaharui secara berkelanjutan karena berasal dari proses alam yang terus-menerus berlangsung tanpa batasan tertentu. Keberlanjutan ini menjadikan energi terbarukan sebagai solusi yang potensial untuk mengatasi tantangan terkait keterbatasan sumber daya alam konvensional. Manfaatnya yang beragam membuat energi terbarukan dapat diadopsi dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satu kelebihan utama energi terbarukan adalah dampak lingkungannya yang minim terhadap polusi. Proses penghasilannya cenderung ramah lingkungan, mengurangi emisi gas rumah kaca dan meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia. Selain itu, penggunaan energi terbarukan juga dapat meningkatkan ketahanan energi suatu daerah, mengurangi ketergantungan pada sumber daya energi yang terbatas dan rentan terhadap fluktuasi harga. Dengan terus mengembangkan teknologi dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya energi terbarukan, diharapkan masyarakat global dapat beralih menuju pola konsumsi energi yang lebih berkelanjutan. Dalam hal ini, energi terbarukan bukan hanya menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga menjadi langkah proaktif dalam menjaga keberlanjutan planet ini bagi generasi mendatang. Sumber energi terbarukan diantaranya adalah sebagai berikut:


Solar Energy (Energi Tenaga Surya)

Energi surya, atau sering disebut tenaga surya, adalah energi yang berasal dari sinar matahari dan panas yang dihasilkannya. Menurut Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Konversi Energi Surya dan Angin, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, energi surya merupakan bentuk energi yang diperoleh dengan mengubah radiasi matahari melalui perangkat khusus menjadi sumber daya dalam bentuk lain. Penemuan teknik pemanfaatan energi surya dimulai pada tahun 1839 oleh peneliti asal Prancis, Edmund Becquerel. Meskipun matahari berada sekitar 149 juta kilometer dari permukaan bumi, sinar matahari yang dihasilkannya dapat diubah menjadi sumber energi terbarukan. Proses ini dilakukan melalui teknologi fotovoltaik (photovoltaic/PV) yang terdapat dalam panel surya. Teknologi ini memungkinkan konversi sinar matahari menjadi energi listrik secara efisien. Sebagai hasilnya, energi surya telah menjadi salah satu solusi utama dalam mendukung transisi menuju sumber daya energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Penggunaan energi surya tidak hanya mengurangi ketergantungan pada sumber daya energi konvensional yang terbatas, tetapi juga memiliki manfaat lingkungan yang signifikan. Dengan memanfaatkan energi matahari, kita dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan dampak negatif lainnya terhadap lingkungan. Inovasi terus-menerus dalam teknologi energi surya juga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut, menciptakan sistem energi yang lebih efisien dan terjangkau di masa depan.

Solar Panel (Panel Surya)

Panel surya adalah sebuah sistem yang terdiri dari kumpulan sel surya yang disusun secara hati-hati untuk memaksimalkan kemampuannya dalam menyerap sinar matahari. Fokus utama dari panel surya adalah sel surya, unit kecil yang bertanggung jawab atas penyerapan energi matahari dan konversinya menjadi energi listrik. Proses konversi energi surya menjadi listrik dimulai ketika sel surya menerima cahaya matahari. Sel surya berperan penting dalam mengubah energi cahaya menjadi energi listrik melalui fenomena fotovoltaik. Ketika cahaya matahari mencapai sel surya, energi cahaya diserap oleh materi semikonduktor di dalam sel surya, menyebabkan terjadinya pergerakan elektron antara sisi positif dan negatif. Inilah yang menciptakan arus listrik dalam apa yang dikenal sebagai efek fotolistrik.


Keberhasilan konversi energi surya menjadi listrik sangat tergantung pada efisiensi dan kualitas sel surya. Dengan pergerakan elektron yang dihasilkan, arus listrik yang terbentuk dapat digunakan sebagai sumber energi untuk mendukung berbagai perangkat elektronik, mulai dari lampu hingga peralatan rumah tangga yang lebih kompleks. Selain memberikan sumber energi yang bersih dan terbarukan, panel surya juga menjadi bagian integral dari upaya global untuk mengurangi jejak karbon dan memasuki era energi terbarukan. Inovasi terus-menerus dalam desain dan teknologi panel surya membuka pintu untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya implementasinya, menjadikan energi surya sebagai pilihan yang semakin menarik untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat modern.


Cara kerja panel surya dapat dijelaskan dengan sederhana sebagai berikut:

1. Panel surya berfungsi mengubah energi matahari menjadi energi listrik.

2. Inverter bertanggung jawab mengubah listrik yang dihasilkan oleh panel surya dari arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC).

3. Energi yang dihasilkan digunakan untuk menyuplai daya pada peralatan listrik yang Anda gunakan.


Manfaat penggunaan panel surya ini sangat bersahabat dengan lingkungan karena tidak bergantung pada bahan bakar konvensional. Sumber daya utamanya berasal dari matahari, yang dapat diakses secara gratis. Keuntungan yang nyata dari penggunaan panel dan energi surya adalah kemampuannya untuk mengurangi biaya pengeluaran. Selain itu, energi surya berkontribusi pada upaya mitigasi pemanasan global dan menghindarkan pengguna dari ketergantungan pada sumber listrik konvensional. Kelebihan lain dari pemasangan panel surya adalah tidak memerlukan lahan yang luas, serta proses pemasangannya yang relatif mudah.Menurut beberapa informasi yang dilaporkan pada Senin (17/10/2022), pemasangan panel surya secara miring dilakukan dengan pertimbangan khusus untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem kerjanya. Penempatan dan kemiringan panel surya sangat memengaruhi kinerjanya, dan pemasangan datar tanpa kemiringan dapat menyebabkan penumpukan debu dan kotoran yang bercampur dengan air hujan pada permukaan panel surya. Hal ini berpotensi menghambat kinerja panel surya atau menyebabkan kerugian energi. 

Oleh karena itu, pemasangan panel surya secara miring memiliki tujuan untuk memaksimalkan kinerja serta mengurangi tingkat kotoran. Meskipun sudah dipasang miring, tetap diperlukan pemeliharaan rutin dengan membersihkan permukaan panel surya agar tetap berfungsi optimal. Sudut kemiringan yang ideal untuk pemasangan panel surya dapat disesuaikan dengan musim, tetapi di Indonesia yang hanya memiliki dua musim, penyesuaian tidak selalu diperlukan. Meski demikian, untuk memastikan kinerja maksimal dan memudahkan perawatan, tingkat kemiringan yang direkomendasikan untuk pemasangan panel surya adalah antara 10 hingga 30 derajat. Pemilihan sudut ini didasarkan pada arah sinar matahari dan bertujuan untuk mengurangi kerugian energi karena penyerapan radiasi matahari yang kurang.

Wind Energy (Energi Angin)

Energi angin, sebagai salah satu bentuk energi terbarukan, merupakan sumber daya yang memanfaatkan energi yang dihasilkan oleh pergerakan angin untuk menghasilkan listrik. Proses ini terwujud melalui penggunaan turbin angin yang dapat mengubah energi kinetik dari angin menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan. Angin, dalam konteks ini, secara teknis berasal dari matahari sebagai hasil dari perbedaan suhu di berbagai wilayah planet. Fenomena pembentukan angin berawal dari pemanasan yang tidak merata di atmosfer, dengan pengaruh dari topografi seperti gunung, lembah, serta dampak revolusi planet mengelilingi matahari. Matahari, sebagai sumber utama panas di tata surya, menyebabkan perbedaan suhu di berbagai area, dan ini menciptakan pergerakan udara yang dikenal sebagai angin. Proses pemanasan dan pendinginan atmosfer menciptakan gradien tekanan udara, yang pada gilirannya memicu aliran udara atau angin.

Penggunaan turbin angin sebagai sarana untuk mengeksploitasi energi angin telah menjadi solusi yang efektif dalam memanfaatkan sumber daya alam ini. Turbin angin berfungsi untuk menangkap energi kinetik dari angin yang melalui sayapnya, dan melalui proses konversi ini, energi tersebut diubah menjadi energi mekanik yang dapat digunakan untuk menghasilkan listrik. Pendekatan ini tidak hanya memanfaatkan sumber energi terbarukan, tetapi juga berperan dalam upaya global untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya energi konvensional dan mengatasi isu-isu lingkungan. Seiring dengan perkembangan teknologi, energi angin terus menjadi bagian penting dari portofolio energi bersih dan berkelanjutan di berbagai belahan dunia.


Biomass

Energi biomassa adalah energi yang dihasilkan dari bahan organik yang dapat digunakan baik dalam bentuk biofuel maupun secara langsung. Istilah ini secara inheren terkait dengan makhluk hidup dan telah menjadi bagian integral dari pemanfaatan sumber daya di Indonesia. Bahan baku untuk energi biomassa dapat berasal dari materi organik yang baru saja mati atau bahkan masih hidup. Semua sumber daya ini dapat dimanfaatkan untuk keperluan industri dan sebagai bahan bakar, mencakup produksi serat dan zat kimia. Penggunaan energi biomassa tidak hanya fungsional dalam memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga dapat mendukung kegiatan industri dan produksi. Keberadaannya menjadi salah satu sumber energi yang sangat vital, terutama mengingat keterbatasan jumlah bahan bakar fosil yang tersedia. Pembentukan energi biomassa terjadi melalui proses fotosintesis, yang mirip dengan mekanisme ketika tumbuhan mencari makanan. Dengan demikian, energi biomassa menawarkan alternatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang terbatas.



Kekurangan dan Kelebihan Biomass

1. EVOLUSI PENGGANTI BAHAN BAKAR FOSIL

Seperti yang telah kita ketahui, sumber daya bahan bakar fosil seperti batubara dan minyak bumi memiliki keterbatasan jumlahnya. Penggunaannya yang terus meningkat mengakibatkan penurunan jumlah sumber daya ini seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, sebagai makhluk hidup, penting bagi kita untuk segera beralih ke sumber energi lainnya. Bahan bakar fosil membutuhkan waktu jutaan tahun untuk terbentuk, berbeda dengan energi biomassa yang dapat diperbarui secara berkelanjutan. Karena itu, energi biomassa dapat menjadi solusi pengganti yang sangat efektif.


2. MENURUNKAN TINGKAT POLUSI

Kehadiran energi biomassa juga terbukti efektif dalam mengurangi tingkat polusi dengan berbagai cara. Salah satunya adalah melalui penggunaan limbah sebagai sumber energi, yang saat ini semakin populer karena keberbagaiannya. Pendekatan ini efektif dalam mengurangi jumlah sampah di suatu lokasi. Selain itu, biomassa juga dapat membantu menurunkan kadar metana, yaitu gas rumah kaca yang berpotensi berbahaya. Dengan memanfaatkan energi biomassa, lingkungan sekitar dapat terhindar dari dampak negatif polusi.


3. SUMBER ENERGI TERBARUKAN

Biomassa dapat berasal dari organisme hidup, baik itu hewan maupun tumbuhan. Oleh karena itu, penggunaan biomassa dapat diperhitungkan sebagai sumber energi terbarukan, terutama ketika persediaan bahan bakar fosil semakin menipis di masa depan. Bahan baku jenis biomassa, seperti tanaman yang dapat tumbuh berulang kali di sebuah ladang, memungkinkan pembaruan sumber daya dengan mudah. Hal ini tidak hanya meminimalkan biaya, tetapi juga memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan.


4. SUMBER YANG TERBATAS

Meskipun memiliki kelebihan, penggunaan biomassa cenderung memiliki sumber daya yang terbatas. Meskipun dikategorikan sebagai sumber energi terbarukan, perolehannya terkadang sulit. Sebagai contoh, tanaman atau tumbuhan pembuat biomassa mungkin tidak tumbuh setiap tahun dan memerlukan berbagai proses mulai dari panen hingga pengolahan, yang membutuhkan banyak energi dan sumber daya.


5. MENYIMPAN KARBON

Penggunaan biomassa memiliki kekurangan lain, yaitu kemampuannya untuk melepaskan karbon dioksida selama pembakaran. Meskipun biomassa dapat menyimpan karbon, waktu yang diperlukan untuk menangkap kembali karbon yang terlepas dapat bervariasi. Proses ini, misalnya, dapat melibatkan penangkapan kembali bahan karbon dari hutan, yang bisa memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan bentuk energi lainnya. Ini merupakan kelemahan penggunaan energi biomassa yang perlu dipertimbangkan.


Geothermal Energy (Energi Panas Bumi)

Sebagaimana dilaporkan oleh twi-global, geothermal merupakan jenis energi terbarukan yang diperoleh dari inti bumi. Energi geothermal berasal dari panas yang dihasilkan selama proses pembentukan awal planet ini dan peluruhan material radioaktif. Panas ini disimpan di dalam batuan dan cairan di pusat bumi. Terdapat lapisan batuan yang sangat panas di dalam bumi, termasuk magma di bagian dalamnya. Panas ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan uap air, yang selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik melalui generator. Sebagai alternatif, panas langsung dari sumber geothermal juga dapat digunakan untuk memanaskan air atau udara. 

Pemanfaatan geothermal telah dilakukan oleh beberapa negara selama ribuan tahun untuk keperluan memasak dan sistem pemanas. Reservoir uap panas di bawah permukaan bumi dan air panas dapat digunakan dalam pembangkit listrik serta aplikasi pemanasan dan pendinginan lainnya. Salah satu contohnya adalah pemasangan pompa panas bumi sekitar 10 kaki di bawah tanah, dimana pipa-pipa diisi dengan air atau larutan antibeku. Air yang dipompa mengalir di sekitar lingkaran pipa yang tertutup.

Sistem pompa panas bumi ini berperan dalam mendinginkan bangunan pada musim panas dan menjaga kehangatan pada musim dingin. Hal ini tercapai dengan menyerap panas dari bumi saat air dan uap bersirkulasi kembali ke dalam gedung. Energi panas bumi juga telah dimanfaatkan untuk membantu pertumbuhan tanaman di rumah kaca serta untuk pemanasan distrik di kediaman dan bisnis. Sistem ini juga dapat dialirkan di bawah permukaan jalan untuk mencairkan salju.



Manfaat:

1. Lingkungan Ramah dengan Sumber Energi Panas Bumi

Kelebihan utama energi panas bumi adalah pengambilannya dari dalam bumi tanpa perlu membakar bahan bakar fosil, sehingga ladang panas bumi hampir tidak menghasilkan emisi. Selain itu, energi panas bumi memberikan manfaat besar karena dapat menghasilkan penghematan hingga 80% dibandingkan dengan penggunaan sumber energi konvensional.

2. Keandalan Sebagai Sumber Energi Terbarukan

Energi panas bumi juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan sumber energi terbarukan lainnya seperti matahari, angin, atau biomassa. Keunikan dari energi panas bumi terletak pada konsistensinya yang sangat tinggi, tidak tergantung pada faktor cuaca seperti angin atau matahari, dan dapat diakses sepanjang tahun. Dalam hal ketersediaan yang menunjukkan keandalan sumber energi tertentu, panas bumi menduduki peringkat teratas, jauh melampaui kelompok lain, menegaskan kemandiriannya dalam memberikan energi di bawah kondisi eksternal yang tidak konsisten.

3. Efisiensi Tinggi dalam Sistem Panas Bumi

Sistem pompa panas bumi memanfaatkan listrik 25% hingga 50% lebih efisien daripada sistem konvensional untuk pemanasan atau pendinginan. Desainnya yang fleksibel memungkinkan penyesuaian dengan situasi yang berbeda, dan memerlukan ruang perangkat keras yang lebih sedikit dibandingkan dengan sistem konvensional.

4. Pemeliharaan Minim atau Tidak Ada pada Sistem Panas Bumi

Dikarenakan sebagian besar komponen sistem panas bumi berada di dalam bangunan dan memiliki sedikit bagian yang bergerak, umur sistem pompa panas bumi relatif tinggi. Pipa pompa panas memiliki jaminan antara 25 hingga 50 tahun, sementara pompa sendiri biasanya dapat bertahan paling tidak selama 20 tahun, yang mengurangi kebutuhan pemeliharaan pada sistem ini.


Kerugian:

1. Keberlanjutan Lingkungan dan Kekhawatiran terhadap Emisi Gas Rumah Kaca

Meskipun diakui sebagai sumber energi alternatif yang bersahabat dengan lingkungan, energi panas bumi membawa beberapa kekhawatiran terkait dampak lingkungan. Pengambilan energi panas bumi dari tanah dapat menyebabkan pelepasan gas rumah kaca seperti hidrogen sulfida, karbon dioksida, metana, dan amonia. Meskipun jumlah gas yang dilepaskan lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar fosil, hal ini masih menimbulkan kekhawatiran.

2. Potensi Penurunan Sumber Panas Bumi

Meskipun dianggap sebagai sumber energi yang berkelanjutan, ada potensi bahwa beberapa lokasi akan mengalami penurunan suhu setelah beberapa waktu, menyebabkan keterbatasan dalam pemanfaatan lebih lanjut. Meskipun mendapatkan energi panas bumi langsung dari magma adalah opsi yang tak terbatas, teknologi untuk melakukannya masih dalam pengembangan. Meskipun memiliki nilai investasi tinggi, keberlanjutan pemanfaatan magma tersebut terjamin karena keberadaannya yang akan terus berlangsung selama miliaran tahun.

3. Investasi Tinggi untuk Implementasi Sistem Panas Bumi

Salah satu kerugian utama adalah biaya awal yang tinggi untuk penggunaan rumah tangga. Proses pengeboran dan pemasangan sistem yang kompleks dalam rumah meningkatkan biaya secara signifikan. Meskipun demikian, pengembalian investasi jangka panjang sangat menjanjikan, mampu mengembalikan biaya awal dalam rentang waktu 2 hingga 10 tahun.

4. Kebutuhan Lahan untuk Pemasangan Sistem Panas Bumi

Implementasi sistem panas bumi memerlukan lahan tambahan di samping rumah, yang menjadi hambatan khususnya di kota-kota besar. Hal ini terutama berlaku jika pompa panas sumber tanah vertikal digunakan. Kendala ini membuat sistem panas bumi kurang praktis untuk pemilik rumah di lingkungan perkotaan yang padat.


HydroPower Energy (Energi Air)

Hydropower merupakan alternatif energi yang digunakan untuk menghasilkan tenaga listrik dengan memanfaatkan energi air untuk menggerakkan mesin. Ketika aliran air tertangkap dan diubah menjadi daya listrik, hal tersebut disebut sebagai tenaga air. Dengan adanya sumber energi terbarukan ini, suatu negara dapat memenuhi kebutuhan energi dalam jangka panjang dengan membangun sejumlah bendungan di berbagai wilayah. Beberapa fasilitas pembangkit listrik tenaga air bergantung pada energi kinetik air yang bergerak ke hilir. Turbin dan generator berperan mengubah energi tersebut menjadi listrik, yang kemudian dialirkan ke jaringan listrik untuk digunakan di rumah, bisnis, dan sektor industri.

Manfaat dari pembangkit listrik tenaga air telah diakui dan dimanfaatkan selama ribuan tahun. Selain menjadi bentuk energi yang ramah lingkungan dan ekonomis, pembangkit listrik tenaga air juga mampu menyediakan pasokan listrik ke jaringan secara cepat. Ia berfungsi sebagai sumber daya listrik cadangan yang fleksibel dan dapat diandalkan ketika terjadi pemadaman atau gangguan listrik besar. Selain itu, pembangkit listrik tenaga air juga memberikan manfaat tambahan seperti pengendalian banjir, dukungan irigasi, dan penyediaan pasokan air.



Energy Transition

Transisi energi adalah suatu langkah progresif yang melibatkan pergeseran dari ketergantungan pada energi fosil yang tidak ramah lingkungan menuju pemanfaatan sumber energi bersih dan ramah lingkungan. Proses ini mencakup transformasi fundamental dalam cara kita memproduksi dan menggunakan energi, dengan berfokus pada pengintegrasian teknologi yang didasarkan pada sumber daya alam terbarukan, seperti energi surya, angin, air, dan panas bumi. Pengenalan energi terbarukan sebagai bagian utama dari transisi ini memberikan dampak positif pada keberlanjutan lingkungan dan membuka peluang untuk meminimalkan jejak karbon. Energi surya, yang memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber daya utama, memberikan solusi bersih dan tidak terbatas. Sementara itu, energi angin mengandalkan kekuatan angin untuk menghasilkan listrik tanpa emisi, menjadikannya alternatif yang kuat dan berkelanjutan.

Selain itu, pemanfaatan sumber daya air dalam pembangkit listrik tenaga air tidak hanya menghasilkan energi bersih tetapi juga menyediakan manfaat tambahan seperti pengaturan tata air dan pengendalian banjir. Begitu juga dengan energi panas bumi, yang memanfaatkan panas yang dihasilkan dari bawah permukaan bumi untuk menghasilkan listrik, menjadi salah satu pilar transisi energi yang dapat diandalkan. Transisi energi bukan hanya mengubah cara kita memproduksi energi, tetapi juga menciptakan peluang untuk inovasi, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan mengurangi ketergantungan pada energi fosil, transisi ini tidak hanya mendukung tujuan mitigasi perubahan iklim global tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat untuk generasi mendatang.

Energy Efficiency and Conversation

EEC adalah singkatan dari Efisiensi Energi dan Konservasi atau Energy Efficiency and Conservation. Kehadiran EEC menjadi krusial karena kebutuhan energi pada bangunan baru mengalami variasi sepanjang tahap konstruksi hingga masa operasional dan pemeliharaan. Penggunaan AC, pengoperasian fasilitas eskalator/elevator, dan pencahayaan buatan merupakan aspek konsumsi energi yang paling signifikan di antara fasilitas lainnya. Dampaknya tidak hanya terbatas pada pemborosan biaya akibat konsumsi energi listrik yang berlebihan, melainkan juga potensi kontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global. Pengoperasian sistem ini yang tidak efisien dapat menyebabkan emisi karbon dioksida (CO2) yang tinggi dari pembangkit listrik, sehingga menciptakan efek rumah kaca.

Untuk meningkatkan efisiensi konsumsi energi dalam melawan dampak perubahan iklim, penting untuk menerapkan praktik-praktik inovatif mulai dari tahap desain hingga operasional gedung. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi jejak karbon, mengatasi potensi pemanasan global, serta mengurangi risiko penipisan lapisan ozon.

0 Komentar